Pembagian Hadits Ditinjau Dari Banyak Sedikitnya Rawi

Ditinjau dari segi jumlah perawi yang meriwayatkan maka hadits terbagi dalam dua bagian

  1. Hadits Mutawastir
  2. Hadits Ahad

dari kedua pembagian ini terbagi lagi seperti tabel dibawah ini :

Pembagian hadits ditinjau dari banyak sedikitnya perawi

untuk lebih mudahnya pemahaman tentang tabel diatas, maka terlebih dahulu akan dijelaskan secara singkat dua istilah dalam ulum al-hadits,  yaitu tentang istilah perawi dan sanad.

  • Perawi adalah orang orang yang meriwayatkan hadits, mulai dari perawi pertama, kedua, ketiga dan seterusnya.
  • Sanad adalah rangkaian mata rantai perawi yang meriwatkan hadits,

Hadits sebagai sumber hukum Islam yang kedua setelah Al-Qur’an, yang berupa aqwal, af’al dan taqrir nabi Muhammad SAW. Diriwayatkan pertama kali melalui penuturan para shahabat yang mendengar atau menyaksikan secara langsung peristiwa yang dilakukan nabi, kepada para shahabat yang tidak menyaksikan langsung dari nabi, atau kepada para tabi’in. Para shahabat yang mendengar atau menyaksikan langsung peristiwa yang dilakukan nabi, disebut perawi pertama, dari perawi pertama ini hadits nabi tersebar melalui perawi kedua, ketiga dan seterusnya.

Rangkaian mata rantai perawi, dari perawi pertama, kedua, ketiga dan seterusnya disebut sanad.

Contoh:

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى قَالَ أَخْبَرَنَا حَنْظَلَةُ بْنُ أَبِى سُفْيَانَ عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ خَالِدٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ – رضى الله عنهما – قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالْحَجِّ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ » .

Dalam contoh diatas, yang mendengar langsung dari nabi adalah ibnu umar sebagai perawi pertama, disampaikan kepada Ikrimah ibnu Khalid (perawi kedua), disampaikan kepada handzalah ibnu abi Sufyan (perawi kitiga), disampaikan kepada Abdullah ibnu Musa (perawi keempat).

Penyebaran hadits bisa jadi melalui lebih dari satu rangkaian sanad, mungkin ada yang melalui dua rangkaian sanad, atau tiga rangkaian sanad, bahkan melalui rangkaian sanad yang cukup banyak, sehingga saling menguatkan. Dari sinilah timbul istilah hadits Mutawatir dan hadits Ahad. pembahasan secara detail tentang hadits Mutawatir dan hadits ahad berikut bagian-bagiannya insyaallah akan ditulis di halaman lain dalam situs ini.

Hadits Mutawatir

Hadits Ahad

Posted on 21 April 2012, in UMUM and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: