MAKTAB NUBDZATUL BAYAN (Pondok Kecil) PP Mambaul Ulum Bata Bata

Pondok Kecil

Pondok Kecil

A. Dasar Pemikiran Dan Latar Belakang

Al-Qur’an dan Al-Hadits merupakan dua dasar utama umat islam dalam mengarungi kehidupan baik pribadi maupun social, selain itu keduanya juga merupakan sumber dari berbagai disiplin ilmu yang berkembang dikalangan masyarakat, baik itu ilmu agama maupun umum. Hal ini tidak lepas dari latar belakang bahwa Al-Qur’an dan Hadits merupakan kalam Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW 14 abad silam untuk menuntun manusia dalam berperilaku demi mencapai kebahagian dunia dan akhirat.
Disadari atau tidak tentunya diperlukan adanya alat (wasilah) untuk dapat memahami kedua sumber agama di atas apalagi melihat keadaan zaman yang sudah mutakhir seperti sekarang ini, di mana literatur arab sudah dikalahkan oleh kecanggihan technologi yang sudah mencapai puncaknya, manusia sudah banyak mengalami kesulitan dalam memahami tulisan-tulisan arab yang merupakan bahasa umat Islam, dengan dalih tidak mengerti atau merasa kesulitan dalam belajar yang seakan-akan membosankan, terlebih lagi karya para ulama yang nota benenya ditulis dengan bahasa arab tanpa syakl (harkat)
Dan diantara karya ulama’ yang masih eksis menjadi literatur islam dan berisi kumpulan hukum & fatwa hasil ijtihad mereka adalah karya tulis ilmiyah yang populer disebut dengan “ Kitab Kuning” , keberadaanya menjadi solusi alternatif setelah Al-Qur’an dan Al-Hadits dalam menjawab permasalahan umat diberbagai disiplin ilmu agama, sehingga menjaga kelestariannya menjadi tugas utama kalangan pelajar islam, utamanya kalangan Santri Pondok Pesantren yang notabene merupakan “konsumen” kitab kuning paling banyak dan senantiasa menjadi materi kajian pokok dalam pembelajan mereka.
Telah dimaklumi bahwa bahasa yang digunakan dalam Kitab Kuning adalah bahasa arab sebagaimana bahasa sumber aslinya (Al-qur’an dan Al-Hadits), namun tanpa menggunakan syakal (harkat) dalam penulisannya, sehingga menuntut adanya pengetahuan dan keterampilan khusus untuk bisa membacanya, untuk hal itu, Ilmu Gramatika Bahasa Arab atau istilah keilmuannya disebut dengan Ilmu Nahwu dan Ilmu Shorrof merupakan ilmu pokok dalam menciptakan kemampuan membaca kitab “gundul” (istilah terhadap kitab tanpa syakal) tersebut.
Seiring berjalannya waktu dan bergulirnya zaman dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang sangat cepat, maka dalam hal ini dituntut adanya inovasi berupa program percepatan membaca kitab kuning yang praktis dinamis sehingga kelestariannya bisa mengimbangi kemajuan-kemajuan yang ada dan keberadaannya senantiasa “up to date”.
Terinspirasi dari metode-metode praktis membaca Al-Qur’an yang selama ini berjalan cukup efektif dan cepat dan objeknya adalah santri kecil, maka untuk ini diperlukan juga metode praktis akseleratif baca kitab kuning, sehingga dalam waktu yang tidak begitu lama, santri kecil berusia dini dapat membaca kitab kuning dengan baik, hal itu karena “ Belajar di waktu kecil laksana mengukir di atas batu “
Oleh sebab itu “MAKTAB NUBDZATUL BAYAN (MAKTUBA)” atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Pondok Kecil” Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata memberikan solusi berupa Program Akselerasi Baca Kitab Kuning Bagi Pemula dan Santri Kecil, dengan materi pokok kitab “NUBDZATUL BAYAN” dengan harapan semoga menjadi rujukan representatif bagi usaha mempercepat proses baca kitab kuning bagi santri.

B. VISI

“Mencetak pribadi yang berakhlaqul karimah, tafaqquh fiddin, berilmu amaliyah dan berguna bagi agama, Negara dan masyarakat luas”.

C. MISI
1. Menjadikan santri sebagai cikal bakal kemajuan agama
2. Menciptakan kemampuan baca kitab kuning dengan cepat
3. Menanamkan sikap-sikap & akhlaq islami
4. Mewujudkan santri potensial agamis
5. Menciptakan ” life skill ” pada setiap pribadi santri

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

A. STRATEGI PEMBELAJARAN

  1. Membagi santri menjadi kelompok – kelompok kecil (1 guru menangani 10-14 santri) sehingga tercipta suasana belajar kondusif dan kompetitif.
  2. Tempat belajar tidak menetap (kaku), mengikuti keinginan santri, dengan pengarahan dari ustadz

B. METODE PEMBELAJARAN

  1. Penjelasan materi (ceramah)
  2. Praktek menentukan kalimat (penugasan)
  3. Pertanyaan
  4. Diskusi materi
  5. Demonstrasi
  6. Hafalan
  7. Setoran
  8. Tadarus

C. SISTEM PEMBELAJARAN

Pembelajaran menggunakan system klasikal dengan dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dengan tempat yang tidak ditentukan, sanksi bagi yang melanggar ketetuan & peraturan dan secara berkala ada penganugerahan bagi santri tauladan.

D. SISTEM PENGALAMAN PEMBELAJARAN

Setiap santri yang tamat harus mengikuti :

  1. Praktek Pengenalan Lapangan (PPL)
  2. Tes Akhir Nubdzah (Jilid 1 s.d. Takmilah)
  3. I’lan Andzimatul Bayan
  4. Wisuda

E. HASIL BELAJAR

Santri yang tamat materi pelajaran bisa mengetahui bentuk, I’rob dan kedudukan kalimat serta membaca beberapa kalimat disertai dalil nadzom dan sedikit memahaminya. Dalam waktu yang tidak begitu lama murid MAKTUBA bisa membaca kitab ” gundul” istilah populer kitab kuning, semua itu tergantung dari bagaimana pengelolaan guru pembimbing dan tingkat intelegensi murid, terbukti dari sekian murid MAKTUBA yang telah melaksanakan WISUDA baru-baru ini ada yang telah belajar 1 tahun, 11 bulan bahkan ada yang 9 bulan, walaupun memang masih ditemukan dalam kalimat-kalimat tertentu yang ditemukan dalam kitab tidak tercover dalam kitab pelajarannya, karena ilmu gramatika bahasa arab sangatlah luas.

Sumber : idaroh.blogspt.com

Posted on 13 Oktober 2011, in Bata-Bata and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: