GBHK (Revisi)

KEPUTUSAN SILATURRAHMI NASIONAL II

IKATAN ALUMNI BATA-BATA (IKABA)
Nomor : 75/IKABA/PMK/IV/2009

Tentang
GARIS-GARIS BESAR HALUAN KERJA
IKATAN ALUMNI BATA-BATA (IKABA)

Bismillahirrahmanirrahiem

Menimbang : 3. Bahwa untuk lebih meningkatkan efektivitas Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, perlu ketertiban semua pihak termasuk para alumni
4. Bahwa untuk merealusasikan harapan tersebut diatas serta untuk menggalang ukhuwah islamiyah dalam rangka meningkatkan peran serta alumni ditengah-tengah masyarakat, dipandang perlu membentuk Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Bata-Bata (IKABA) serta coordinator ditiap masing-masing daerah.

Mengingat : 3. Adanya usulan-usulan tentang pembentukan alumni tersebut dalam musyawarah alumni pada tanggal 27 Agustus 1995 M yang bertepatan dengan tanggal 30 Rabi’ul Awal 1416 H, di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata.
4. Keputusan Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Nomor : 25/A/III/04/VIII/1995, tentang pembentukan Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Bata-Bata (IKABA) serta koordinator dimasing-masing daerah.

MEMUTUSKAN
Menetapkan : 3. Garis-Garis Besar Haluan Kerja (GBHK) Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Bata-Bata (IKABA)
4. Ketetapan ini berlaku sejak disahkan oleh Sidang pleno

Ditetapkan di : Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata
Tanggal : 18 Oktober 2009
Pukul : 00.00 Wib

Pimpinan Sidang
( Ismail A. Rahim, S.Ag)

Ketua

( Ach. Ruslan Dimyathi, S.Pd.I)
Sekretaris

Garis-Garis Besar Haluan Kerja (GBHK)
Ikatan Alumni Bata-Bata (IKABA)
Palengaan Pamekasan

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
1. Garis-garis Besar Haluan Kerja merupakan keputusan Musyawarah Alumni Bata-Bata Se-Indonesia yang mengikat pengurus Ikatan Alumni Bata-Bata (IKABA)
2. Garis-garis Besar Haluan Kerja dimaksudkan untuk mengatur hubungan antara pengurus Ikatan Alumni Bata-Bata (IKABA) dengan anggota/Alumni Pesantren Bata-Bata.
3. Garis-garis Besar Haluan Kerja dimaksudkan untuk mengoptimalkan kinerja organisasi, baik secara internal maupun eksternal.

BAB II
HAK DAN KEWAJIBAN PENGURUS IKATAN ALUMNI BATA-BATA (IKABA)

Pasal 2

1. Pengurus Ikatan Alumni Bata-Bata (IKABA) berkewajiban melaksanakan AD/ART, keputusan Kongres, Peraturan Organisasi serta memperhatikan saran-saran Majlisun Nadwah.
2. Pengurus Ikatan Alumni Bata-Bata (IKABA) berkewajiban membina, mengembang-kan dan mengkoordinir anggotanya serta melaporkan pada kongres.
3. Pengurus Ikatan Alumni Bata-Bata (IKABA) dapat mengembangkan kebijakan sendiri, membuat pernyataan dan merespon setiap persoalan sebagai tanggung jawab organisasi dan sosial selama tidak bertentangan dengan AD/ART, Konstitusi dan Peraturan Organisasi.

Pasal 3
Tugas dan Wewenang
1. Pengurus Ikatan Alumni Bata-Bata (IKABA) dapat menentukan pola pengembangan organisasi sesuai dengan pandangannya.
2. Pengurus Ikatan Alumni Bata-Bata (IKABA) dapat menentukan pola pembinaan anggota sesuai dengan kebutuhannya.
3. Mengarahkan dan menfasilitasi kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan anggotanya, baik secara pemikiran maupun materi.
4. Mengklasifikasi potensi dan kelemahan organisasi.
5. Mengevaluasi kinerja pengurus minimal setiap 3 bulan sekali.

BAB III
SUMBER DANA

Pasal 4
Sumber dana Ikatan Alumni Bata-Bata (IKABA) berasal dari:
a. Iuran Anggota
b. Sumbangan dan usaha yang halal dan tidak mengikat.
BAB IV
PENGEMBANGAN NETWORKING (JARINGAN KERJA) ORGANISASI

Pasal 5
Argumentasi Pengembangan Networking

Kerjasama ini dilakukan dengan landasan argumentasi-argumentasi sebagai berikut:
a. Keterbatasan institusional dan sumber daya dalam organisasi harus terus diperbaiki melalui hubungan kerjasama, baik dengan lembaga-lembaga di dalam pesantren maupun dengan lembaga dan instansi di luar pesantren.
b. Tingkat keragaman sosial memungkinkan organisasi untuk selalu bedialog dan bersentuhan dengan lembaga-lembaga lain dengan tetap berpegang teguh pada AD/ART, konstitusi, dan Peraturan Organisasi.

Pasal 6
Prinsip-prinsip Membangun Jaringan
1. Menjaga kemandirian organisasi, baik idealisme dan nilai-nilai kepentingan organisasi (independensi)
2. Membangun rasa saling percaya antara Ikatan Alumni Bata-Bata (IKABA) dengan lembaga-lembaga lain (trust building)
3. Hubungan yang saling menguntungkan, serta memperteguh dan memperkaya dinamika idealisme perjuangan (simboisis mutual).

BAB V
PENGEMBANGAN EKONOMI MANDIRI

Pasal 7
Argumentasi Pengembangan Ekonomi Mandiri

Kerjasama ini dilakukan dengan landasan argumentasi-argumentasi sebagai berikut:
a. Tingkat perekonomian yang rendah bisa manjadi Bom Waktu yang siap meledak kapan saja yang hal ini bisa di anggap sebagai ancaman terhadap eksisitensi Ikaba ke depan. Hal ini mengingat kinerja Ikaba lebih banyak pada aspek material serta sarana prasarana pesantren. Sehingga hal itu harus di topang dengan ekonomi yang kuat.
b. Tingkat keragaman sosial serta pendapatan Anggota Ikaba yang pasang surut haruslah di sikapi dan di siasati dengan adanya Ekonomi Mandiri dengan melibatkan semua Alumni serta memanfaatkan segala potensi yang ada.

Pasal 8
Prinsip-prinsip Pengembangan Ekonomi Mandiri
1. Menjaga kemandirian organisasi, baik idealisme dan nilai-nilai kepentingan organisasi (independensi)
2. Membangun rasa saling percaya antara Ikatan Alumni Bata-Bata (IKABA) dengan lembaga-lembaga lain (trust building)
3. Hubungan yang saling menguntungkan, serta memperteguh dan memperkaya dinamika idealisme perjuangan (simboisis mutualisme).
4. Meningkatkan taraf hidup dan kehidupan Alumni Bata-Bata melalui badan usaha yang halal dan tidak mengikat.

BAB V
PENUTUP
Pasal 9
Hal-hal yang belum diatur berkaitan dengan program dapat diatur lebih lanjut dengan kebijaksanaan dan kebutuhan organisasi

Ditetapkan di : Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata
Tanggal : 18 Oktober 2009
Pukul : 00.00 Wib

Pimpinan Sidang

( Ismail A. Rahim, S.Ag)
Ketua

( Ach. Ruslan Dimyathi, S.Pd.I)
Sekretaris

Anggota Tim Perumus:
1. KH. Abdullah Faqih, S.Ag (……………………………….)
2. Mufti Khazin, S.Ag. M.HI (……………………………….)
3. Ali Wafi, S.Ag. (……………………………….)
4. Ach. Lutfi Baidlowi, Lc (……………………………….)
5. H. Muzammil Imron, S.Ag. M.A (……………………………….)
6. Khoiri Ahmad, S.Ag (……………………………….)
7. Amin Arif`Tirtana, S.Ag (……………………………….)
8. KH. Syamsul Arifin, Lc (……………………………….)
9. Ali Munir, S.Pd.I (……………………………….)
10. Zainul Fahmi, S.Fil.I (……………………………….)
11. Abd. Majid ( ……………………………..)

Sumber : IKABA Pusat

Posted on 25 September 2011, in IKABA. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: