Kegiatan pendidikan PP. Mambaul ulum Bata Bata

A. Program Pembelajaran Kitab Kuning

Pembelajaran kitab ini bersifat turun temurun dan tidak mengalami perubahan. Pembelajaran materi ini diasuh langsung oleh Pengasuh PP. Mambaul Ulum Bata-Bata, RKH. Abd. Hamid AM. Kajian ini pada awalnya dilaksanakan di congkop. Namun setelah pembangunan aula selesai, kajian ini dilaksanakan di aula PP. Mambaul Ulum Bata-Bata. Kajian ini diikuti oleh santri yang sudah dewasa. Kajian ini bertujuan untuk menambah khazanah pemikiran santri dengan ilmu pengetahuan di bidang Nahwu, shorrof, hadits riwayah dan Tafsir Al-Qur’an. Materi pembelajaran dalam kajian dimaksud terdiri dari:

  1. Alfiyah Ibn Malik Jam 18.30-19.00 WIB (Nahwiyah shorfiyah)
  2. Jami’us Shoghir Jam 18.30-19.00 WIB (Hadits Riwayah)
  3. Tafsir Jalalain Jam 16.00-17.00 WIB (Tafsir)

Pembelajaran kitab kuning yang juga diikuti oleh santri yang berdasarkan jenjang adalah kajian kitab al-Jurrumiyah dan al-Kailani. Kajian untuk dua kitab ini umumnya diikuti oleh santri yang masih kanak-kanak atau santri baru. Kajian ini wajib diikuti oleh santri pada jenjang pendidikan MI A dan B, MTs A dan kelas 1 MA A atau IPA. Dua Kitab tersebut diajarkan secara turun temurun dan tidak mengalami perubahan. Kajian kitab ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang ilmu alat yang berhubungan dengan kemampuan baca kitab kuning (kitab gundul) kepada santri.

  1. Al-Jurmiyah Jam 18.30-19.00 WIB (Nahwiyah)
  2. Al-Kailani Jam 19.00-19.30 WIB (Shorfiyah)

Setelah kajian dua kitab tersebut selesai, selanjutnya kajian diteruskan dengan kajian kitab pada bidang berbeda yang mengalami pergantian setelah meteri kitab tersebut khatam atau rampung. Kajian ini umumnya diikuti oleh santri dewasa yakni santri pada jenjang pendidikan MTS B, kelas 2 dan 3 MA A dan IPA serta kelas 1, 2 dan 3 MA B. Kajian ini dilaksanakan di musholla PP. Mambaul Ulum Bata-Bata. Kajian ini bertujuan untuk membekali santri dengan pengalaman-pengalaman terhadap kitab-kitab fiqh, tafsir, tashawwuf usul fiqh dan sosial yang muqorror. Kajian tersebut untuk kali ini terdiri dari:

  1. Al-Adzkar Jam 19.30-20.00 WIB (Tashawwuf)
  2. Iqna’ Jam 20.00-20.30 WIB (Fiqh)

Pada Siang menjelang sore hari, santri juga disuguhkan dengan kajian kitab kuning. Kajian kitab ini juga tidak mengalami perubahan. Kajian kitab ini diikuti oleh santri pada jenjang pendidikan MI A dan B, MTs A dan kelas 1 MA A atau IPA. Kajian ini dilaksanakan di musholla. Kajian ini bertujuan untuk membekali santri dengan ilmu syariat dan tashawwuf dasar. Kajian tersebut terdiri dari:

  1. Safinatun Najah 13.30-14.00 WIB Fiqh
  2. Sullamut Taufiq 14.00-14.25 WIB Fiqh tashawwuf
  3. Bidayatul Hidayah 14.25-14.30 WIB Fiqh tashawwuf

B. Kegiatan Pendidikan Asrama
Secara umum, kegiatan belajar di PP. Mambaul Ulum Bata-Bata disamping dilaksanakan secara umum yang ditempatkan di musholla, juga dilaksanakan di daerah atau asrama santri. Kajian tersebut terdiri dari ;

1. Pendidikan tajwid dan Tartil Al-Qur’an
Pendidikan Al-Qur’an di asrama santri dilaksanakan pada jam 17.45-18.15 WIB. Program ini dilaksanakan setelah kegiatan shalat berjamaah di musholla. Kegiatan ini dikelola oleh pimpinan asrama setempat dengan menggunakan tenaga pengajar yang sudah memiliki kapabilitas dalam bidang Al-Qur’an.
Program ini ditujukan bagi santri pemula dan santri yang masih belum mampu membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Pada umumnya, anak didik dari program ini merupakan santri yang masih duduk di jenjang pendidikan MI, MTs dan MA Mambaul Ulum Bata-Bata.
Program ini dilaksanakan di tiap-tiap asrama secara berjenjang atau klasikal dengan penekanan materi yang sifatnya berbeda-beda. Jenjang atau marhalah tersebut adalah;

  1. Ula, marhalah ini adalah jenjang pendidikan bagi pemula yang belum memiliki dasar dan pengalaman dala, bidang Al-Qur’an. Penekanan dan kompetensi yang ditergetkan dalam jenjang ini adalah dalam bidang kefasihan dan tajwid,
  2. Wushtho, marhalah ini adalah jejang pendidikan bagi santri yang telah memiliki dasar dan pengalaman. Baca Al-Qur’an baik dalam bidang tajwid maupun kelancaran membaca Al-Qur’an. Sehingga, penekanan dan kompetensi yang ditargetkan terlebih pada aspek pengembangan lagu-lagu tartil,
  3. Ulya; penekanannya pada aspek kelancaran dan kefasihan.

2. Kajian Tindak Lanjut Ilmu Nahwu
Kajian tindak lanjut merupakan kajian nahwiyah sebagai pendalaman dari meteri ilmu Nahwu yang dilaksanakan secara umum di musholla. Dilatarbelakangi oleh keterbatasan waktu pembelajaran di musholla untuk materi ini serta jumlah santri yang sangat banyak, sehingga masing-masing individu santri merasa kurang memahami pembahasan materi tersebut secara mendalam. Sehingga dilaksanakanlah kajian khusus untuk pendalaman materi nahwu ini dengan ditangani oleh kepala derah atau ketua asrama.
Modul yang digunakan untuk kajian ini pada awalnya adalah kitab Al-Jurrumiyah. Kajian ini dibagi menjadi tiga marhalah, yaitu; Ula, Wushtho dan ‘Ulya. Namun hasil musyawarah di tingkat pengurus menghasilkan satu kesepakatan untuk menggantinya dengan kitab Nubdzatul Bayan, metode khusus ilmu nahwu dengan pendekatan akselerasi berbasis Alfiyah Ibnu Malik, Imrithi dan Nubdzah. Pembelajaran materi ini dibagi menjadi 5 jilid dan tingkatan khusus untuk program Takmilah berdasarkan pendekatan yang digunakan oleh modul ini. Waktu pelaksanaan program ini adalah pada jam 19.30-20.15 WIB

3. Halaqah Tadarus Kitab
HTK atau Halaqah Tadarus Kitab adalah program yang diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning. Program ini merupakan program praktik setelah santri mendapatkan pemahaman teori nahwiyah dan shorfiyah. Kitab pegangan yang digunakan adalah Kitab Fathul Qarib al-mujib. Pelaksanan program ini adalah dengan memberi kesempatan kepada murid untuk membaca kitab sementara yang lain meneliti bacaan tersebut kemudian memberikan koreksi pada bacaan yang dianggap salah secara Nahwiyah dan shorfiyah.
Sebagai penyeimbang dalam pelaksanaan program ini, santri diharuskan membawa kitab Nubdzatul Bayan selain membawa kitab pegangan yang telah ditetapkan. Sehingga, baik bacaan atau koreksi bacaan tetap mengacu kepada kitab tersebut secara timbal balik. Waktu pelaksanaan program ini adalah jam 05.00-05.45 WIB. Pelaksanaan kegiatan ini dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu; Ula, Wushtha dan ‘Ulya. Pembagian ini didasarkan pada kemampuan dan tingkat pengetahuan yang dimiliki santri.
1. Marhalah ‘Ula
Marhalah ‘Ula yaitu marhalah bagi santri pemula yang masih memiliki dasar yang belum cukup untuk membaca kitab gundul. Marhalah ini memiliki target berupa standar kemapuan yang akan diperoleh setelah santri menempuh marhalaj ini. Target tersebut adalah santri dapat menentukan kalimat dan memberi makna.
Dari standar tersebut, maka konsentrasi bimbingan HTK pada halaqah ini menggunakan dua bidang ilmu alat, yaitu ilmu Nahwu dan Ilmu Sharf. Dari dua bidang ilmu alat tersebut, bimbingan diarahkan untuk mencapai pengetahuan dalam bab-bab sebagai berikut;

a. Ilmu Nahwu

  1. Kalimat Fi’il :   1. Madli 2. Mudlari 3. Amar
  2. Kalimat Isim : 1.Mufrad 2.Tasniyah 3.Jama’ Mudzakar Tsalim 4.Jama’ Muannas Tsalim 5. Jama’ Taksir  6.Asmaul Khamsah 7.Isim Dlamir 8.Isim Isyarah
  3. Kalimat Huruf : 1. Huruf Jar 2. ‘Amil Nawashib 3. ‘Amil Jawazim 4.Makna Huruf Athaf

B. Ilmu Sharf

1. Mutasharrrif

  • Wazan Tsulatsi dan Ruba’ie Mujarrad :    1. Fi’il Madli  2. Fi’il Mudlari’ 3. Masdar 4. Masdar Mim  5. Isim Dlamir  6. Isim Isyarah 7. Isim Fa’il  8. Isim Maf’ul 9. Fi’il Amar 10. Nahi 11. Zaman – Makan 12. Alat
  • Wazan Tsulatsi dan Ruba’ie Mazid        1. Fi’il Madli 2. Fi’il Mudlari’ 3. Masdar 4. Masdar Mim 5. Isim Dlamir 6.Isim Isyarah 7. Isim Fa’il 8. Isim Maf’ul 9. Fi’il Amar 10. Nahi 11. Zaman – Makan

2. Jamid

2. Marhalah Wustho,
Dapat membaca dengan benar sesuai dengan kaidah Nahwu – Sharraf

  1. Tanda – tanda I’rab : 1. Rafa’ 2. Nashab 3. Jar 4. Jazam
  2. Hukum
  • Marfuat : a. Mubtada’ Khabar d. Na’ibul Fa’il c. Fa’il e. Isim Kana f. Khabar Inna
  • Mansubat : a. Maf’ul   b. Isim Inna  c. Khabar Kana d. Dua Maf’ul Daznna. e. Hal f. Tamyiz g. Isim La h. Maf’ul Mutlaq i. Maf’ul Lahu  j. Dlaraf  k. Istitsna’
  • Mahfudzat  : a. Idlafah (Mudlaf Ilaih) b. Majrur
  • Majzum : a. Fi’il Madli b. Fi’il Mudlari’ c. Fi’il Amar
  • Bisa Rafa’/Nashab/Jar : Tawabi’ ; a. Na’at, c. Taukid, dan b. Atfhaf d. Badal

3. Marhalah Ulya

4. Jam wajib Belajar
Untuk membentuk lingkungan dan kondisi yang mendukung terhadap kegiatan belajar santri secara individu, maka disediakan waktu khusus untuk kagiatan belajar tersebut dengan durasi waktu satu jam (20.30-21.30 WIB) pada malam-malam biasa dan dua jam pada hari efektif fakultatif yaitu pada kegiatan semester (20.30-22.30 WIB). Pada durasi waktu ini, santri diberikan kesempatan untuk belajar sesuai dengan jadwal belajar berdasarkan kelas masing-masing.
Saat program ini dilaksanakan, kegiatan santri tidak bias dilepaskan dari belajar secara individu. Sehingga seluruh system di PP. mambaul Ulum Bata-Bata diarahkan hanya untuk mensukseskan kegiatan belajar. Santri tidak diperbolehkan melaksanakan kegiatan selain belajar di asrama-masing-masing. Kecuali jika kegaiatan lain tersebut telah mendapatkan restu dari pengasuh.
System yang digunakan dalam program ini adalah dengan menutup seluruh unit pertokoan dan sarana umum lainnya yang tidak ada hubungannya dengan belajar. Untuk blok asrama gedung, belajar dilakukan dengan menempakan siswa berdasarkan jenjang dan kelas. Hal ini dilakukan agar santri dapat menikmati kegiatan belajar individu dan belajar bersama sekaligus. Sementara untuk blok asrama gedek, santri diharuskan belajar di kamar masing-masing.
Untuk menertibkan pelaksanaan kegiatan belajar pada jam belajar khusus ini, dibentuk tim ketertiban khusus yang diberi nama Tim Taftisy Hadis. Tim Taftisy Hadis adalah singkatan dari Tim Taftisy Halaqah Dirasiyah. Tim ini bertugas untuk memantau dan mengarahkan santri pada saat jam belajar khusus agar digunakan sebagaimana fungsinya.
Jika ditemukan santri yang ternyata melakukan kegiatan lain, seperti bergurau, tidur atau membaca dan mempelajari buku dan bacaan lain yang tidak ada hubungannya dengan pendidikan pesantren, maka yang bersangkutan akan mendapatkan teguran dan disanksi sesuai dengan undang-undang yang berlaku, yaitu belajar dengan berdiri didepan tim taftisy hadits yang yang lain.

5. Khatmul Kutub dan Dirosah ajilah Ramadlaniyah
Pada bulan Ramadlan, PP. Mambaul Ulum Bata-Bata menyelenggarakan program Khatmul kutub dan dirosah ajilah Ramadlaniyah. Kegiatan tersedbut dimaksudkan untuk mengisi bulan Ramadlan dengan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada pendidikan. Kegiatan tersebut terdiri kajian khatmul kitab atau kajian kitab hingga selesai atau khatam. Kitab-kitab yang yang sifatnya tetap dikaji tiap tahun pada program ini terdiri dari;
1. Tafsir Jalalain
2. Fathul Qorib al-mujib,
3. Matnul Jurrumiyah,
4. Al-Kawakib adz-dzurriyah
Disamping kajian kitab tersebut, juga terdapat kitab-kitab lain yang juga dikaji namun sifatnya berubah-ubah tergantung keputusan pengasuh. Disamping program Khatmul Kutub, PP. mambaul Ulum Bata-Bata juga menyelenggarakan program dirosah ajilah Ramadlaniyah. Program ini adalah kegiatan kursus bidang-bidang pengetahuan keislaman. program dirosah ajilah Ramadlaniyah terdiri dari ;
1. akselerasi baca kitab kuning, Metode Nailudz Dzorif
2. Kursus Usul Fiqh, As-Sullam
3. Kursus Ilmu Balaghah, Qawaidul Lughghah al-arabiyah
4. Kursus Ilmu Tafsir, Qawaid al-asasiyah
5. Kursus alfiah ibn Malik, Ibnu Aqil,
6. Kursus Ilmu Falak, dan Abu Ma’syar Al-Falaki
7. Kursus Ilmu Faraidl Kholashatul Kalam
8. Kursus Lukis dan Kaligrafi
9. Kursus Tilawah dan Qiro’ah
Dalam pelaksanaannya, program Khatmul Kutub dan Dirosah Ajilah Ramadlaniyah ini disamping diikuti oleh santri PP. mambaul Ulum Bata-Bata juga diikuti oleh peserta lain. Baik yang berstatus santri atau non-santri. Sehingga, meskipun program ini dilaksanakan pada hari libur pesantren, pesantren tetap dipadati oleh peserta program ini.

6. Khatm kitab Dardir ‘alal Mi’raj
Kegiatan pendidikan yang juga diprogramkan oleh PP. Mambaul Ulum Bata-Bata yang secara rutin dilaksanakan setiap malam tanggal 27 Rojab adalah pembacaan kitab Dardir ‘alal Mi’raj. Kitab ini secara khusus mengupas seputar sejarah Isro’ dan Mi’roj Rosululllah SAW. Kajian kitab ini dilaksanakan di musholla dan diikuti oleh seluruh santri PP. Mambaul Ulum Bata-Bata serta diasuh oleh tiga Qori’ yang terdiri dari kalangan asatidz yang ditunjuk oleh pengasuh.
Kegiatan Khatm kitab Dardir ‘alal Mi’raj ini dilaksanakan setelah shalat isya’ hingga selesai. Target dari program Khatm kitab Dardir ‘alal Mi’raj ini adalah mengkaji kitab tersebut hingga selesai. Sehingga akhir dari pelaksanaan program ini bisa sampai larut malam. Tidak hanya sebatas kajian, melainkan program ini juga diisi dengan pembagian makanan bagi seluruh santri yang mengikuti program ini.

7. Khatm Kitab Ayyam Tasyriq
Hari tasyriq adalah hari ke-11 sampai ke-13 Dzulhijjah. Pada hari tersebut, PP. Mambaul Ulum Bata-Bata membebaskan semua kegiatan pendidikan baik di sekolah maupun di asrama. Namun, pada hari tersebut, PP. Mambaul Ulum Bata-Bata juga menyelenggarakan Khatm Kitab Ayyam Tasyriq untuk mengisi hari libur santri dengan kegiatan yang sifatnya ilmiyah.
Kegiatan ini diselenggarakan di congkop. Santri tidak diwajibkan mengikuti kegiatan ini, melainkan mereka mengikutinya secara sukarela. Kitab yang dikaji pada program ini bersifat tidak permanen. penetapannya disesuaikan dengan kebutuhan. Hanya saja, pertimbanganya adalah kitab yang dikaji dapat dirampungkan dalam 3 hari tasyriq tersebut.

8. I’lan
I’lan adalah kegiatan pendidikan yang dikemas dalam bentuk eveluasi secara lisan di hadapan santri secara keseluruhan. Program I’lan ini adalah ajang untuk mengetahui seberapa besar penguasaan santri terhadap keahlian khusus yang telah dicapai. Program ini dilaksanakan secara khusus untuk santri yang telah berhasil mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an dan Alfiyah. Program ini dilaksanakan setiap malam Jum’at.
Program ini merupakan program unggulan PP. Mambaul Ulum Bata-Bata. Hal ini disebabkan karena beberapa hal. Pertama, program ini merupakan syarat akademik untuk masuk pada MA B. Kedua, program ini merupakan unjuk public tentang kemampuan dan intelektual santri. Ketiga, program ini merupakan karakter dan ciri khas kemampuan akademik santri PP. Mambaul Ulum Bata-Bata.
Teknis pelaksanaan I’lan ini adalah ;
1. santri yang telah khatam menghafal al-Qur’an atau alfiyah terlebih dahulu mengikuti tes kelayakan I’lan kepada tim khusus,
2. memenuhi syarat administrasi I’lan,
3. langsung dievaluasi pada acara I’lan berdasarkan hasil keputusan pengasuh.
Tim pelaksana dan tim evaluator program ini adalah asatidz yang dibentuk oleh bagian Pendidikan dan Pengajaran pengurus pesantren. Hasil dari proses I’lan ini dipublikasikan secara langsung setelah proses evaluasi kemampuan masing-masing peserta selesai. Kesimpulan dan hasil evaluasi tersebut dapat diklasifikasikan dalam 3 kriteria penilaian, yaitu;
1. fashohah, criteria khusus untuk mengukur kefasihan peserta,
2. tholaqoh, criteria kusus untuk mengetahui kelancaran atau kemampuan hafalan,
3. adab, yaitu criteria untuk menilai kemampuan menerapkan kesopanan peserta.
Pelaksaan program I’lan ini dipimpin oleh MC dengan susunan acara formal dimulai dari Iftitah, Tilawatul al- Qur’an, Anasyid as-Sholawat, pelaksanaan I’lan dan ditutup dengan ikhtitam. Pada acara I’lan, acara dipasrahkan kepada sa’il atau dewan sail atau evaluator. Teknis evaluasi tiap-tiap peserta I’lan ini adalah sail memerintahkan peserta I’lan untuk membacakan muqaddimah Alfiyah Ibn Malik. Kemudian Sail meminta pesertamu’lin untuk membaca salah satu bab atau meneruskan bait yang dibacakan oleh sa’il. Cirri khas dari pelaksanaan I’lan ini adalah semua peserta I’lan harus memakai pakaian adat Timur Tengah berupa Jubah dan surban. Disamping itu, bahasa yang digunakan mulai dari awal hingga akhir pelaksnaan adalah Bahasa Arab.
Setelah beberapa perintah atau pertanyaan dirasa cukup, maka pada tahapan terakhir, peserta I’lan disuruh untuk membacakan bab terakhir sekaligus sebagai ikhtitam. Dari criteria penilaian tersebut, proses evaluasi menghasilkan kesimpulan nilai yang berbeda-beda yang dapat dikategorikan menjadi 4 kesimpulan, yaitu;
1. Mumtaz/memuaskan, yaitu hasil dengan perolehan nilai antara 80 sampai dengan 100,
2. Jayyidun jiddan/bagus sekali, kesimpulan nilai antara 70-80,
3. Jayyidun/bagus, yaitu kesimpulan nilai antar 60-70, dan
4. Kifayah/cukup, yaitu kesimpulan nilai antara 40-60.

Sumber : idaroh

About these ads

Posted on 27 September 2011, in Bata-Bata. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: